KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, 15 Tewas

Daftar Isi

 

Penampakan KA Argo Bromo Angrek dari samping setelah menabrak KRL Commuter line di Stasiun Bekasi Timur. (Photo : detik.com)

ZONAREPORT.WEB.ID | JAKARTA – Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Sebanyak 15 orang tewas.

Tabrakan terjadi pukul 19.30 WIB di jalur menuju Cikarang. KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti di peron.

Benturan keras merusak kedua rangkaian. Bagian depan KA Argo Bromo menembus gerbong khusus wanita KRL.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan rangkaian peristiwa. Awalnya sebuah taksi listrik tertemper KRL di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur. 

“Yang membuat KRL-nya terhenti,” kata Franoto, Senin 27/4/2026.

Akibat insiden pertama, KRL tujuan Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Di jalur yang sama, KA Argo Bromo Anggrek melaju dan menabrak KRL itu. “KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan menyebut KRL yang tertemper mobil ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa 5181 dan berhenti berdinas. Petugas lalu menahan KRL lain, PLB 5568, di Stasiun Bekasi Timur. 

Namun KA Argo Bromo Anggrek tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga menabrak KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Korban tewas mencapai 15 orang. Sebanyak 10 jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Lima korban lain dirawat di RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Tim DVI Dokkes Polri menyatakan identifikasi 10 korban di RS Polri rampung Selasa, 28 April 2026. Identifikasi dilakukan lewat pencocokan DNA.

Korban teridentifikasi di RS Polri: Tutik Anita Sari, 31; Harum Anjasari, 27; Nur Alimantun Citra Lestasi, 19; Farida Utami, 50; Vica Acnia Fratiwi, 27; Ida Nuraida, 48; Gita Septia Wardani, 20; Fatmawati Rahmayani, 29; Arinjani Novita Sari, 25; dan Nur Ainia Eka Rahmadhynna, 32.

Lima korban di rumah sakit Bekasi: Nuryati, 41; Nurlaela, 39; Enggar Retno Krisjayanti, 35; Ristuti Tustirahato; dan Adelia Rifani.

Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub.(SA)

Sumber : Dari barbagai Media Nasional