Membangun Tanpa Batas: Misi TMMD 128 Selayar Menjangkau Pelosok dari Timur ke Barat
Daftar Isi
Potret kediaman Tutu (60), seorang nelayan yang tinggal bersama istrinya, Bau Bunga (59), dan putri mereka, Sakina. (Photo : Ist)ZONAREPORT.WEB.ID | SELAYAR – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Selayar bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah misi pemerataan yang terbentang luas. Dengan mengusung semangat "Berproses, Bergerak, Menjangkau dari Timur ke Barat Selayar", Satgas TMMD kini tengah mengalihkan fokus gerakannya setelah sukses mencatatkan progres signifikan di wilayah Batangmata Sapo dan Desa Tamalanrea. Perjalanan pembangunan ini kini melintasi batas geografis menuju pesisir barat Pulau Selayar, tepatnya di Desa Kahu-Kahu Utara.
Di wilayah barat ini, TMMD hadir dengan pendekatan yang lebih menyentuh aspek kemanusiaan melalui program unggulan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah satu potret nyata manfaat program ini menyasar kediaman Tutu (60), seorang nelayan yang tinggal bersama istrinya, Bau Bunga (59), dan putri mereka, Sakina. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh dalam kondisi memprihatinkan, segera disulap menjadi hunian sehat dan layak huni, membuktikan bahwa kehadiran TNI benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat di garis pinggiran.
Dandim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., selaku Dansatgas TMMD ke-128, menegaskan bahwa pola persebaran lokasi kegiatan ini adalah representasi dari komitmen TNI dalam menghapus kesenjangan antarwilayah. Menurutnya, perjalanan dari timur ke barat Selayar merupakan simbol bahwa tidak ada masyarakat yang boleh tertinggal dari sentuhan pembangunan. Setiap titik, mulai dari pembangunan fisik di wilayah timur hingga perbaikan hunian di wilayah barat, merupakan satu kesatuan gerak strategis yang terencana dan berkelanjutan.
“Dari timur ke barat Selayar, kami ingin menghadirkan dampak yang merata—baik melalui pembangunan fisik maupun penguatan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Inilah wujud komitmen kami dalam membangun dari pinggiran, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Letkol Czi Yudo Harianto. Ia meyakini bahwa semangat gotong royong yang tumbuh di setiap desa akan menjadi warisan yang jauh lebih berharga daripada sekadar selesainya bangunan fisik. TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya mengubah wajah desa, tetapi juga mempertebal sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga dalam membangun masa depan Selayar yang lebih solid.(SA)