Mimpi di Atas Lantai Lapuk: Air Mata Haru Nur Haedah Sambut Rumah Baru dari TNI
ZONAREPORT WEB.ID | SELAYAR – Suasana haru menyelimuti kediaman Ibu Nur Haedah pada Jumat, (8/05/2026). Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam kecemasan di bawah atap yang nyaris roboh, namun hari ini raut ketakutan itu luruh. Isak tangisnya pecah saat ia menyentuh dinding kokoh rumah barunya yang kini berdiri layak huni.
Perempuan sederhana ini tak pernah menyangka, gubuk yang sebelumnya berlantai lapuk itu kini berubah total melalui program RTLH dalam gelaran TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar. Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) ini hadir sebagai jawaban atas doa-doa panjang Nur Haedah yang selama ini merasa hanya bisa berkhayal.
"Sebelumnya rumah saya sudah hancur, hampir roboh. Lantainya rapuh, saya juga beberapa kali jatuh," ungkap Nur Haedah dengan mata berkaca-kaca. "Bahkan saya sampai susah tidur karena takut ini hanya mimpi."
Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, harapan Nur Haedah untuk memperbaiki rumah nyaris sirna. Sang suami, Dg. Panawang, kini dalam kondisi sakit dan tak lagi mampu berjalan, sementara Nur Haedah sendiri tidak memiliki penghasilan tetap. Beban hidup yang berat membuat keselamatan mereka seringkali terabaikan di tengah bangunan yang kian rapuh.
Kehadiran personel TNI yang datang melakukan renovasi dirasakan layaknya mukjizat. Bagi keluarga kecil ini, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya kepedulian negara di tengah keterbatasan mereka.
Kini, rumah yang dulu mencekam telah berubah menjadi hunian yang aman dan nyaman. Dengan penuh haru, Nur Haedah menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemerintah dan jajaran TNI yang telah memberikan kesempatan baginya untuk memiliki hidup yang lebih bermartabat.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Pemerintah dan Bapak-bapak TNI. Mudah-mudahan saya selalu diberi kesehatan supaya bisa merawat rumah ini," tutupnya lirih.
Program RTLH pada TMMD ke-128 ini kembali membuktikan bahwa TNI bukan sekadar penjaga kedaulatan, melainkan pelindung dan penolong bagi rakyat kecil yang membutuhkan aksi nyata di lapangan. (SA)
