Tangis Haru di Kahu-Kahu Utara: Saat Impian Rumah Layak Huni Jadi Nyata Melalui TMMD 128
Potret hangat kedatangan Dansatgas TMMD 128 Selayar dan penerima RTLH di Desa Kahu-Kahu Utara. (Photo: Ist)ZONAREPORT.WEB.ID | SELAYAR – Sudut terpencil Desa Kahu-Kahu Utara mendadak dipenuhi suasana emosional saat Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., menginjakkan kaki di lokasi rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Minggu (3/5/2026). Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan proyek fisik, melainkan sebuah pertemuan kemanusiaan yang mempertemukan ketulusan pengabdian TNI dengan harapan besar masyarakat kecil yang selama ini mendambakan hunian yang lebih manusiawi.
Di tengah puing dan material bangunan yang sedang dikerjakan, Bau Bunga—istri dari Tutu, seorang nelayan setempat—tak mampu membendung air matanya saat menyambut kehadiran Dansatgas. Dengan suara bergetar karena haru, ia mengungkapkan betapa berartinya bantuan perbaikan rumah ini bagi keluarganya.
Baginya, kehadiran jajaran Kodim 1415/Selayar melalui program TMMD adalah jawaban atas doa panjang mereka untuk memiliki rumah yang aman dan sehat.
"Saya sangat terharu dan berterima kasih kepada bapak-bapak dari Kodim atas bantuan ini. Semoga bapak semua selalu diberi kesehatan," ucapnya dengan nada penuh doa.
Mendengar ungkapan hati warganya, Letkol Czi Yudo Harianto merespons dengan penuh kehangatan yang jauh dari kesan kaku. Ia menegaskan bahwa esensi dari program TMMD ke-128 ini bukan sekadar mengejar target pembangunan fisik, melainkan menjaga denyut kesehatan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Baginya, melihat senyum syukur warga adalah indikator keberhasilan yang paling hakiki dari Operasi Bakti TNI ini. "Yang paling penting adalah kita semua selalu sehat dan bisa saling membantu," tuturnya singkat namun sarat makna.
Melalui rehabilitasi RTLH ini, TMMD ke-128 membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar semboyan di atas kertas. Sinergi ini hadir sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah yang sulit dijangkau.
Harapan besar kini tertanam di Desa Kahu-Kahu Utara; bahwa rumah yang kokoh nantinya tidak hanya menjadi pelindung dari hujan dan panas, tetapi juga menjadi fondasi bagi kesejahteraan yang lebih berkelanjutan bagi keluarga Tutu dan warga sekitarnya.(SA)