Perkuat Promosi Wisata, Dandim 1415/Selayar Resmikan Landmark Selayar di Gerbang Pelabuhan Pamatata

Daftar Isi

 

 Czi Yudo Harianto, S.T., meresmikan secara langsung landmark monumental bertuliskan "Selayar" yang berdiri megah di kawasan Pelabuhan Pamatata, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (22/7/2026). ( Photo : Pendim 1415/Selayar)

ZONAREPORT.WEB.ID | SELAYAR — Wajah baru menyambut setiap kedatangan penumpang di pintu gerbang utama Bumi Tanadoang. Komandan Kodim (Dandim) 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., meresmikan secara langsung landmark monumental bertuliskan "Selayar" yang berdiri megah di kawasan Pelabuhan Pamatata, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (22/7/2026).

Pembangunan landmark dengan tinggi mencapai lebih dari tiga meter tersebut diinisiasi oleh Letkol Czi Yudo Harianto dan dikerjakan secara swadaya oleh prajurit TNI AD dari Kodim 1415/Selayar. Meskipun konstruksinya telah rampung sejak awal Januari 2026, peresmian simbolis baru digelar secara resmi dengan dihadiri lintas pemangku kepentingan.

Turut hadir dalam prosesi peresmian tersebut Danramil 1415-04/Bontomatene beserta perwira Staf Kodim, Kepala Desa Pamatata Latunru, S.T., perwakilan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Selayar, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar, tokoh masyarakat, serta jajaran Babinsa setempat.

Dalam sambutannya, Letkol Czi Yudo Harianto mengungkapkan bahwa ide pembuatan landmark ini terinspirasi dari pengalaman penugasannya di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki penanda visual khas sebagai identitas daerah.

"Ikon ini saya wujudkan atas inspirasi dari daerah lain, seperti saat saya bertugas di Batam, Kepulauan Riau, di mana tulisan ikonik di atas bukit sangat terkenal dan terlihat dari kejauhan. Saya berharap keberadaan landmark ini menjadi penanda megah bahwa setiap orang telah resmi tiba di Kabupaten Kepulauan Selayar," ujar Letkol Czi Yudo Harianto.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa Pelabuhan Pamatata merupakan titik vital penyeberangan lintas Bira–Pamatata yang menghubungkan daratan Sulawesi Selatan dengan Kepulauan Selayar. Kehadiran landmark ini diproyeksikan menjadi spot swafoto favorit yang mampu mendongkrak promosi pariwisata daerah di platform digital dan media sosial.

Ia juga menegaskan bahwa karya infrastruktur estetik ini diserahkan sepenuhnya untuk seluruh elemen masyarakat Selayar, bukan semata-mata milik instansi militer.

"Ikon ini bukan milik TNI, melainkan milik seluruh masyarakat Selayar. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan mengembangkannya sebagai salah satu kebanggaan daerah. Terima kasih kepada warga yang menghibahkan lahan, Pemdes Pamatata, ASDP, Dishub, serta seluruh pihak yang berkontribusi hingga landmark ini berdiri kokoh," pungkasnya.

Sejak berdirinya landmark tersebut, area sekitarnya terpantau ramai dipadati penumpang kapal feri dari Pelabuhan Bira Bulukumba maupun wisatawan lokal dan mancanegara yang mengabadikan momen kedatangan mereka di Pulau Selayar. (SA/Tim)