Sering Terisolasi Saat Musim Hujan, Rencana Jembatan Penghubung Bonea Timur–Mare-Mare Ditinjau Dandim Selayar
ZONAREPORT.WEB.ID | SELAYAR — Komandan Kodim (Dandim) 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., didampingi Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kapten Inf Zainuddin, meninjau langsung titik lokasi rencana pembangunan jembatan penghubung di perbatasan Desa Bonea Timur dan Desa Mare-mare, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa (14/7/2026).
Peninjauan lapangan ini merupakan langkah taktis awal guna memverifikasi kesiapan lahan, kondisi medan, serta kelayakan teknis sebelum realisasi proyek jembatan dari Program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut dimulai.
Dalam peninjauan tersebut, Dandim turut didampingi oleh Batih Puanter Serka Sumardi, Babinsa Desa Bonea Timur Sertu Sudirman, jajaran aparatur Pemerintah Desa Bonea Timur dan Desa Mare-mare, Ketua RK Bontomassini, serta koordinator lapangan proyek.
Rencana pembangunan jembatan ini menjadi angin segar sekaligus jawaban atas keluhan menahun masyarakat di kedua desa. Selama ini, bentang sungai yang memisahkan Desa Bonea Timur dan Desa Mare-mare hanya bisa dilintasi kendaraan saat debit air surut di musim kemarau.
Begitu musim penghujan tiba, aliran sungai kerap meluap dan memutus total akses penyeberangan. Kondisi alam tersebut memaksa warga untuk memutar jalur darat alternatif hingga sejauh puluhan kilometer. Hambatan geografis ini secara langsung melumpuhkan akses pendidikan anak sekolah, memperlambat rujukan pelayanan kesehatan darurat, serta melipatgandakan biaya operasional distribusi hasil pertanian setempat.
Dandim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur konektivitas yang layak merupakan kunci utama dalam memotong mata rantai isolasi wilayah di daerah kepulauan.
"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan titik koordinat dan kelayakan konstruksi jembatan ini nantinya benar-benar presisi. Keberadaan jembatan ini bukan lagi sekadar fasilitas penunjang, melainkan urat nadi vital yang akan mengintegrasikan mobilitas warga di dua desa. Kita harapkan setelah jembatan ini terealisasi, arus distribusi logistik lancar dan pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Bontomanai dapat terakselerasi dengan baik," jelas Letkol Czi Yudo Harianto.
Kegiatan observasi lapangan yang berakhir pada pukul 15.05 WITA tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. Sinergitas yang kuat antara Kodim 1415/Selayar, pemerintah daerah, dan lintas kementerian diharapkan dapat mempercepat proses konstruksi fisik jembatan agar kesulitan akses transportasi masyarakat saat musim penghujan segera teratasi.(SA)
