Tak Ingin Warga Terisolasi, Dandim Selayar Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Beton Bonea Timur

Daftar Isi

 

Potret sinergitas prajurit membangun jembatan beton yang berlokasi di Dusun Bukit-Bukit Selatan, Desa Bonea Timur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar pada Jumat (24/7/2026). (Photo : Pendim 1415/Selayar)

ZONAREPORT.WEB.ID | SELAYAR — Komitmen dalam memecah keterisolasian wilayah dan menjamin keselamatan mobilitas warga terus dibuktikan oleh jajaran Kodim 1415/Selayar. Pembangunan jembatan beton yang berlokasi di Dusun Bukit-Bukit Selatan, Desa Bonea Timur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, resmi memasuki pengerjaan struktur utama pada Jumat (24/7/2026).

Di lokasi pengerjaan, para pekerja bersinergi memotong serta merangkai besi untuk pembuatan struktur cakar ayam sebagai fondasi utama jembatan, sekaligus menyiapkan papan cetakan (*bekisting*) guna persiapan tahap pengecoran.

Proyek swadaya terpadu ini melibatkan 14 personel gabungan yang terdiri dari satu kepala tukang, tiga pekerja teknis, dan 10 prajurit TNI AD dari Kodim 1415/Selayar. Mereka bahu-membahu menuntaskan setiap tahapan teknis dengan mengutamakan presisi dan kekuatan konstruksi agar jembatan sanggup menahan beban serta terjangan derasnya arus sungai saat debit air meningkat.

Pembangunan jembatan ini menjadi angin segar bagi warga Dusun Bukit-Bukit Selatan dan Desa Bonea Timur pada umumnya. Selama bertahun-tahun, warga terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai tanpa jembatan permanen. Situasi kian mengkhawatirkan setiap kali musim penghujan tiba, di mana luapan air bah dari area pegunungan kerap memicu banjir bandang. Arus deras tak jarang melumpuhkan akses anak sekolah, menghambat distribusi hasil tani, hingga pernah menghanyutkan kendaraan warga yang nekat melintas.

Komandan Kodim (Dandim) 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., menegaskan bahwa penyediaan akses penyeberangan yang aman merupakan kebutuhan mendesak bagi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di kawasan perdesaan.

"Jembatan beton ini kita bangun karena kita tidak ingin ada masyarakat yang terisolasi, terutama saat musim hujan tiba dan luapan sungai melumpuhkan aktivitas warga. Akses masyarakat harus tetap terbuka dan aman, baik untuk bekerja, membawa hasil kebun ke pasar, maupun untuk anak-anak pergi menuntut ilmu di sekolah," tegas Letkol Czi Yudo Harianto saat mengecek progres di lokasi.

Lebih lanjut, Dandim menambahkan bahwa keterputusan akses darat dampak banjir berpotensi mengganggu stabilitas pasokan logistik dan bahan pokok masyarakat setempat. Oleh karena itu, percepatan pembangunan fisik terus didorong agar manfaatnya dapat segera dirasakan"Kita berharap dengan hadirnya jembatan beton permanen ini, warga dapat beraktivitas dengan tenang dan aman. Tidak ada lagi masyarakat yang harus tertahan berjam-jam menunggu air surut atau mempertaruhkan keselamatan menembus arus deras. Kami akan mengawal proses ini hingga rampung," pungkasnya.

Hadirnya jembatan beton di Dusun Bukit-Bukit Selatan ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam memutus mata rantai isolasi geografis, memperlancar denyut ekonomi lokal, serta menjamin keselamatan warga Desa Bonea Timur secara berkelanjutan.(SA/Tim)