Lawan Kebakaran di Bukit Putabangun Selayar, Prajurit Kodim Terluka Dihantam Batu Gunung
![]() |
| Situasi kebakaran lahan perkebunan kelapa di Dusun Balang Sembo, Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (26/8/2026) malam. (Photo : Ist) |
ZONAREPORT.WEB.ID | SELAYAR — Perjuangan memadamkan kebakaran lahan perkebunan kelapa di Dusun Balang Sembo, Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (26/8/2026) malam, berlangsung dramatis. Personel Kodim 1415/Selayar harus menyeberangi sungai dan mendaki perbukitan terjal berbatu demi melokalisasi kobaran api.
Insiden kebakaran pada lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 19.40 WITA. Karena lokasi titik api berada di atas bukit miring yang tidak dapat diakses armada pemadam kebakaran (Damkar), personel Kodim 1415/Selayar langsung bertindak cepat menyusuri medan ekstrem bersama warga setempat.
Sekitar pukul 20.25 WITA, Danramil 1415-01/Bontosikuyu bersama anggota Unit Inteldim 1415/Selayar, Babinsa Putabangun, dan warga mulai melakukan pemadaman secara manual di tengah hembusan angin kencang dan hawa panas yang membakar.
![]() |
| Serda Hasril mendapatkan penanganan langsung setelah insiden saat berusaha memadamkan kebakaran. (Photo : Ist) |
Dalam perjuangan menembus medan curam tersebut, seorang prajurit TNI, Serda Hasril, mengalami luka parah saat sedang berupaya menjinakkan api. Sebuah batu gunung berukuran besar menggelinding dari puncak bukit dan menghantam keras kaki kanan korban. Benturan keras tersebut merobek celana serta menyebabkan luka robek mendalam hingga mendekati tulang.
Kendati diwarnai insiden salah satu personel cedera berat, proses pemadaman darurat tidak dihentikan mengingat ancaman kobaran api yang berpotensi merembet ke pemukiman warga di kaki bukit.
Setelah berjibaku secara maraton selama lebih dari tiga jam dengan peralatan seadanya, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan secara total (out) sekitar pukul 23.53 WITA.
Babinsa Kelurahan Putabangun, Serda Rusliandi, mengonfirmasi bahwa kendala utama pemadaman adalah akses geografis yang berisiko tinggi.
"Kondisi medan sangat terjal. Untuk mencapai titik api, kami harus menyeberangi sungai lalu memanjat bukit berbatu yang sangat miring. Fokus utama kami malam itu adalah mencegah api merembet ke bawah karena tepat di bawah bukit terdapat pemukiman warga," terang Serda Rusliandi di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran lahan kelapa tak terawat tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Jajaran Kodim 1415/Selayar kembali mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada terhadap potensi karhutla di musim kemarau dan melarang keras aktivitas pembakaran lahan maupun pembuangan puntung rokok sembarangan.(SA)

